WaLe
Siapa sih yang ngga suka acara makan-makan, apalagi mencoba tempat-tempat makan baru yang sama sekali lom pernah dicoba. Bahkan mencari tempatnya adalah sebuah tantangan tersendiri, walaupun kesasar-sasar bakal dibela-belain sampe tempat makan itu ketemu.
Di samping hoby wisata alam ke seluruh Bandung, ada hoby tambahan yaitu wisata Kuliner hihi. baru nyobain satu kali sih lom kemana-mana. Aku ceritakan di sini yah, supaya nanti kalau temen-temen datang ke Bandung, harus nyobain tempat-tempat makan ini
Kali ini episode ke WaLe :
Sore itu lumayan mendung dan dingin, sepertinya mau hujan nih. Dan emang hujan. Keluar dari BSM setelah nonton Supper Soccer dan Da Vinci Code. Aku langsung pulang. Sebuah SMS diterima. Ajakan makan di Warung Lela, dari temen deketku yang sedang ulang tahun. Wah senang sekali, mumpung lom makan juga nih dari pagi. Dengan jawaban singkat aku menyetujuinya, apalagi perginya rame-rame. Pasti suasananya akan lebih menyenangkan.
Acara makan-makan merayakan ultah temenku pada awalnya cuman di hadiri aku, Ani dan Desi (personel trio kwek-kwek yang kostanya udah pada mencar sejak 2 tahun bareng terus). Tapi akhirnya kami pergi ber-enam. Aku, Ani, Desi, Mbak Fajar, Mas Keling dan Mas Anjak. Dengan sepeda motor, akhirnya kami menuju ke Wale
WaLe atau Warung Lela terletak di daerah Rancakendal. Bisa ditempuh lewat Cigadung ataupun Dago Pakar. Kalau Lewat daerah Cigadung harus siap dengan medan yang lumayan terjal, berbelok-belok dan naik turun yang ekstrim *terus terang yang ini hiperbola*. Dan jalur paling mudah memang lewat Dago Pakar. Walaupun begitu kami serombongan sering terpisah dari terjadilah saling tunggu menunggu. Tapi syukurlah, kami akhirnya bisa ngumpul di WaLe dan makan. Untungnya lagi ga pake waiting list. Pas dulu dateng pertama kali, sempet waiting list. Masa mo makan pake antri huhu..
Warung Lela memang lumayan jauh dari kota Bandung. Bisa dikatakan kalau WaLe ini letaknya ada di dataran tinggi alias di Dago atas dan nggak terjangkau sama kendaraan umum. Jadi kalau temens mau pada ke sini, terlebih dahulu sediakan alat transportasi, mobil atau motor. Becak juga boleh, asal kuat nanjak.
Tapi rasa lelah yang dirasakan selama perjalanan menuju ke WaLe akan segera hilang karena kita akan mendapatkan pelayanan yang baik dan ramah dari para pelayannya, pemandangan yang bagus, apalagi kalau malem. Dan juga suasan WaLe yang entik.
Bangunan WaLe, mirip dengan Pendopo sebuah rumah joglo di daerah Jawa. Semua perabot seperti meja dan kursi juga terdiri dari kayu dengan beberapa ukiran. Lampu-lampunya remang dan berwarna kuning. Dibeberapa pojok taman terdapat obor kecil yang semakin mengingatkan kita pada suasana pedesaan jaman dahulu kala.
Menu yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal, pas juga untuk dompet mahasiswa. Oh iya, perlu di inget kalau di WaLe menu yang disedakan adalah makanan dengan menu utama mie. Bagi para pecinta mie, silahkan mencoba tempat ini.
Setelah kennyang dan ngobrol sana sini akhirnya kita pulang dengan perut kenyang. Ths buat yang udah nraktir, nice place
N Happy B’Day buat sahabatku, semoga selalu dalam kebaikan. Amin

