Tue 16th Dec, 2008, Cerpen

Persaingan

Dalam hidup, kita nggak pernah bisa lepas dari yang namanya persaingan. Entah itu dengan teman dekat kita, teman sekantor, saudara, atau memang yang menjadi pesaing kita. Dalm menjalani segala sesuatu aku tak pernah merasa mempunyai pesaing. Tapi kadang kecenderungan ke arah sana jadi timpul dan membuat kita merasa kalau kita punya saingan. Padahal sebelumnya aku merasa semua yang ada di sekitarku adalah partner.

Ada kejadian yang membuatku merasa kalau sekitarku ada sainganku. ENtah itu karena aku mulai tinggal di Jakarta yang keras atau memang kehidupan di sini menuntut untuk seperti itu?

Kenyataannya partner yang aku anggap bisa menjadi rekan kerjaku adalah saingan utamaku. O itu pasti. Dan aku harus lebih berhati-hati dalam memilih partner. Kami punya tujuan yang sama, misi dan visi yang sama. Hanya beda jalur. Tapi ternyata beda jalurpun kadang bisa menimbulkan crash yang bisa bikin kita naik darah. Apalagi kalau udah dihubung-hubungkan dengan pride.

So, buat yang membaca ini, mungkin tidak akan mengerti apa yang aku maksud. Tapi aku tau pasti apa yang sedang kubicarakan. Just a little warn for all of you, do not trust anybody! Just trust your self and God. 

Wed 12th Nov, 2008, Cerpen

Keras!

Ternyata aku punya rasa kangen juga ya? Akhir2 ini aku merasa kalau aku adalah seseorang yang tak memiliki hati. Bukan. Berhati keras dan pejal. Entah kenapa aku bisa berubah menjadi manusia macam ini. Mungkin rasa sakit yang aku alami selama ini membuatku menjadi aku yang sekarang. Di khianati dan di kecewakan. Dan pada akhirnya aku tak peduli dengan semua apa yang terjadi disekitarku. Aku emang orang yang cuek, tapi aku bukan berarti tidak peduli dengan sekitarku. Aku hanya merasa kalau aku bisa melakukannya sendiri, kenapa orang lain ga bisa?

Aku nggak peduli dia bisa atau enggak, tapi aku akan berharap dia bisa melakukannya. Jangan harap bisa menunjukan wajah memelasmu padaku. Aku tetep tidak akan peduli. Kamu bisa bangkit dari keterpurukannmu sendiri. Karena aku bisa kamu pun bisa, aku tetep tidak akan peduli kalau dirimu merada kau tak bisa. Yang aku tau, aku bisa bangkit dan sembuh dari keterpurukkan