Mon 16th Oct, 2006, Just Curhat, Lagi wise

Ilmu Ikhlas

Ilmu ikhlas, frasa ini petama kali ku dengar di sebuah sinetron Indonesia yang judulnya Kiamat Sudah Dekat. Yang dimaikan oleh Dedy Mizwar dkk. Sebelumnya ada FTV terlebih dahulu beberapa tahun yang lalu, kemudian dibuatlah versi sinetronnya, yang ternyata banyak digemari oleh pemirsa dari kalangan manapun sampai Bapak SBY pun ikutan nonton.

Aku juga ikutan nonton, masalahnya cerita sederhana dan Indonesia banget. Dan merupakan  sinetron dengan ide original. Melihat sekarang banyak sekali sinetron yang merupakan hasil adaptasi dorama Jepang maupun Korea, yang ceritanya komik abis.

Kembali ke istilah Ilmu Ikhlas. Dalam sinetron ataupun FTV Kiamat Sudah Dekat bercerita tentang usaha seorang pemuda yang ingin meminang putri alim ulama. Syaratnya, si pemuda harus bisa sholat, ngaji dan mendalami Islam secara kaffah. Akhirnya si pemuda belajar untuk sholat, ngaji dan lain-lain. Ada satu syarat lagi dari si alim ulama, bahwasanya si pemuda harus mengerti apa itu Ilmu ikhlas.

Ternyata si alim ulama mempunyai calon lain untuk putri satu-satunya, yaitu seorang sarjana lulusan Universitas Al Azhar Mesir yang masa depanya lebih cerah, sedangkan si pemuda hanya seorang musikus belum kondang. Setelah tau gadis impiannya akan di jodohkan pada si sarjana Al Azhar. si pemuda akhirnya mengikhlaskan untuk kebahagiaan orang yang di cintainya. Namun menurut si alim ulama, si pemuda musikus belum kondang itulah yang telah mampu mencari dan menemukan apa itu ilmu ikhlas dan mengamalkanya. Di ambilah dia sebagai menantu si alim ulama. Dan berhagialah dia

Itu cerita di sinetron yang pada akhirnya berakhir bahagia. Karena keihlasan yang tulus, akhirnya si pemuda mendapatkan kebahagiaan yang ia idamkan. Bagaimana dengan kita? Sepertinya mudah saja mengatakan ikhlas. Teorinya ilmu iklas itu gampang memang, tapi prakteknya susahnya minta ampun

Kalau kita sedang ditimpa sebuah masalah, ataupun sedang di uji, misal saja dengan sakit, pahat hati, keuangan, kehilangan atau apapun bentuknya. Teman-teman selalu bilang "Sudah ikhlas kan saja, belum rejekimu"

Mereka memang gampang bilang ikhlas, yang pontang-panting yang ngejalanin, kadang pun pun di ikuti dengan hujan air mata dan dalam hati kadang sering menganggap dunia tidak adil, walaupn pada akhirnya di akhri dengan rasa bersalah pada Tuhan. Rasa ikhlas adalah perasaan berserah diri pada Tuhan dan menerima ketentuan dari-Nya dengan dibarengi kesabaran yang besar

Di ramadhan tahun ini aku banyak merenung dan mengkaji diri, juga belajar banyak hal. Belajar bagaimana mencari ilmu ikhlas dan mengamalkanya, semoga aku bisa. Amin. Belajar sabar lebih banyak lagi, dan aku tahu Tuhan tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan hambanya.

Dengan ujian pun rasanya malah semakin mendekatkan seorang hamba pada Tuhanya. Hadiahnya…Tuhan akan memberikan Ilmu Ikhlas yang kondang itu dan kebahagian berlebih kalau mau bersabar.

So, mari berlomba mendapatkan Ilmu Ikhlas