Tue 31st Oct, 2006, Cerpen

Kalau Bintang Mulai Bersinar

Lebaran kemaren aku mendapatkan sedikit cerita roman, entah dari mana asalnya. Tiba-tiba saja muncul di otakku. Tak ada salahnya kan kalau aku menuangkanya sedikit di sini.

Dari atas sebuah bukit buatan yang menghijau. Dia dan si Dia duduk di atas bongkahan batu arang yang berasal dari bekuan magma gunung berapi. Punggung Dia dan si Dia saling menahan. Hanya terdiam memandang lembah yang terhampar di depan mereka. Hijau bak jamzrud. Tetes air hujan disetiap permukaan daun yang terkena sinar mentari membuatnya semakin berkilauan. Angin bertiup dingin dan lembab.

"Musim hujan memang menyenangkan"
"Membuat segalanya menjadi hijau berkilauan"
"Kau suka…?"
"Aku suka…"

Angin semakin kuat berhembus membawa awan-awan hitam yang pekat menyelimuti birunya langit dan menghalangi hangatnya mentari. Hujan akan datang. Musim dimana Dia dan si Dia menyukai cuacanya. Tersenyum dan memejamkan mata, menikmati dinginya angin, lembabnya udara, gelapnya suasanya dan sendunya hati.

"Kau ingat sesuatu ?"
"Apa ?"
"Tuhan punya kegemaran di musim hujan"
"Ya…aku ingat"
"Kita akan menunggu bukan ?"
"Kita akan menunggu…jangan sampai terlewat"
"Aku bersamamu…dan kau ?"
"Iya aku bersamamu"

Jika engkau dan kekasihmu menengadahkan wajahmu pada langit yang mendung dan berawan, menunggu sambaran guntur, pada saat ion positif dan negatif bertemu, pada saat kilatan cahanya menerpa wajahmu. Pada saat itulah Tuhan mengambil fotomu, dan menyimpanya pada bintang-bintang di langit sebagai albumnya.

Saat musim berganti, saat bintang-bintang mulai bertaburan di langit, saat sinarnya mulai menghiasi angkasa, saat itulah Tuhan melihat albumnya. Salah satu bintang-bintang itu berisi gambar engkau dan dia yang kau sayangi

Walaupun tak bersama di dunia, kau masih bersamanya di bintang-bintang itu, selama alam semesta ada, selama bintang-bintang itu bersinar, selama bintang-bintang itu beredar…selama cinta kalian secerah sinar bintang-bintang itu

Dia dan si Dia menunggu dan menunggu, sampai saat sebuah kilatan menyambar. Dia tersenyum dan bangkit dari duduknya

"Aku akan mencari bintangku saat musim berganti…"
"Aku akan menemukanya"

Dia berjalan meninggalkan si Dia yang masih duduk di atas batu arang. Jauh dan semakin jauh. Hujan turun dengan derasnya, membasahi tanah yang basah. Si Dia menengadahkan wajahnya ke langit, butiran-butiran hujan itu menghujani wajahnya, seperti tusukan duri

"Aku juga suka hujan…karena dalam hujan, tidak akan ada seorangpun yang tau aku menangis" 

Si Dia menangis dalam hujan…

.:Untuk semua yang pernah merasakan sakitnya perpisahan… 

 

Wed 18th Oct, 2006, Just Curhat, Lagi wise

Rame Banget ya BIP ?

Ramadhan sudah hari keberapa ya ? Lebaran tinggal berapa hari lagi ya ? Duh rasanya sebulan itu waktu yang teramat singkat di bulan yang penuh rahmat ini. Kadang-kadang pun rasanya sehari pengen waktu itu lebih dari 24 jam, jadi kita bisa melakukan apa saja. Ibadah sebanyak-banyaknya, ngaji Qur’an berlembar-lembar dan teteup bisa belanja ke BIP atu Pasar Baru :D

Tapi memang kok waktu sehari itu cuman 24 jam dan rasa-rasa masih kurang aja. Coba bayangin aja, jam 08.00 sampe jam 16.00 harus ada di kantor dan bekerja (ini sih dah emang kewajiban…termasuk ibadah juga la..), jam 16.00 sampe jam 18.00 harus ada di rumah buat nyiapin hidangan berbuka dan waktu berbuka puasa. Habis itu sholat tarawih sampe jam 20.30. Lah trus kapan belanja ke BIP atau Pasar Baru ? Paling hari sabtu atau minggu saja.

Dan aku heranya kenapa orang-orang di bulan ramadhan begini pada getol banget belanja baju baru. Padahal kalau di pikir2 harganya pasti lebih mahal dibanding bulan-bulan biasa. Jadi lebaran terkesan banget dengan baju baru. Lah trus kenapa aku ikut-ikutan belanja baju baru ? Sebenernya ada perasaan ga enak juga kalau pulang di hari Lebaran tanpa bawa oleh-oleh buat bapak sama ibu yang ada di rumah, padahal dah lama ga ketemu, masa pas pulang di hari yang istimewa ga bawa apa apa.

Jadi minggu lalu aku sempetin buat jalan-jalan ke BIP. Males ke Pasar baru, walaupun sudah bisa di pastikan kalau di Pasar Baru harga barang-barangnya akan jauh lebih murah dan banyak pilihan. tapi bisa di pastikan juga kalau Pasar Baru bakal rame banget, bahkan jalan pun mungkin nggak bisa, dan copet di mana-mana huhuhu…

Sampai di BIP…ramenya minta ampunn. Hampir semua toko yang ada di sana disambangin sama pembeli. Walaupun kadang cuman liat-liat dan akhirnya ga jadi beli. Apalagi di Matahari, di setiap kassanya orang antri rata-rata 20-25 orang. Itulah kenapa aku males banget belanja di saat bulan ramadhan. Males ngantrinya…dan lebih males lagi kalau tau harga-harga yang di discont itu sebelumnya sudah dinaikan terlebh dahulu hahahahah. Sama aja boong

Mungkin hal ini sudah menjadi sebuah budaya masyarakat kita, kalau lebaran mesti pakai baju baru. Padahal sebenernya makna lebaran adalah kembalinya hati kita kepada kesucian, hari kemenangan setelah berjihad melawan hawa napsu

Yah mungkin karena merasa menang melawan hawa napsu lantas kita merayakannya dengan baju baru dan makan-makan. Padahal rasanya sedih sekali berpisah dengan ramadhan, berpisah dengan ramadhan yang penuh berkah…

Dan aku masih bingung, kenapa ya BIP rame banget ?