Wed 6th Sep, 2006, About Me, Travelling

Surabaya

"Naik kereta api tut….tut….siapa hendak turut

Ke Bandung Surabaya"

Sepertinya baru kali ini aku melakukan perjalanan jauh dari Bandung menuju Surabaya dengan menggunakan kereta api. Ini juga merupakan perjalanan keduaku ke Surabaya, setelah sekian lama aku tidak ke Surabaya. Terakhir kali aku ke kota itu kira-kira aku masih duduk di bangku TK. Sudah lama sekali, aku hanya ingat waktu Pakde membawaku jalan-jalan ke Pelabuhan Tanjung Perak, dan berfoto di depan kapal-kapal yang sedang berlabuh. Juga ke Taman Ria bersama sepupu-sepupuku. Aku sama sekali tidak ingat dengan jalan-jalan yang ada di Surabaya.

Sampai di Surabaya, aku di jemput teman kuliahku dulu, Sinta. Makasih banyak ya Sinta, sudah mau jemput aku, ngasih tumpangan buat tidur, dan nganter kemana-mana. Surabaya kota yang besar, hampir seperti Jakarta. Jika aku bandingkan dengan Bandung, akan ada banyak sekali perbedaan. Di lihat dari luas wilayahnya Surabaya jauh lebih besar, jalan-jalan di Surabaya jauh lebih lebar, lalu lintasnya juga lebih teratur, udaranya lebih panas. Dan yang paling pasti matahari terbit terlebih dahulu di Surabaya dari pada di Bandung :d

Selama di Surabaya, aku tidak sempat kemana-mana. Memang acaraku ke Surabaya bukan dalam rangka main ataupun jalan-jalan. Tapi menghadiri pernikahan salah satu teman kantorku. Mbak Fajar namanya. Jalan-jalanku hanya pada waktu pergi ke resepsi pernikahan mbak Fajar dan sekitar Tandes, kecamatan tempat Sinta tinggal. Trus aku juga sempat ikut acara perayaan ulang tahun Rumah sakit PHC tempat Sinta bekerja

Mendengar banyak orang berkumpul di suatu tempat dan berbicara dalam bahasa Jawa rasanya aneh juga, mengingat aku lebih banyak menghabiskan waktuku di Bandung, yang notabene bahasa gaul sehari-hari adalah Sunda dan Indonesia.

Ada satu hal lagi yang mau kuceritakan waktu aku di Surabaya. Waktu di ajak Sinta jalan-jalan muterin Manukan, aku sedikit takjub dengan lalu lintas yang ada di sana. Kebanyakan dari pengemudi kendaraan bermotor di sore hari tidak mengenakan helm. Kata Sinta sih memang tidak ada polisi di daerah sana. tapi kayaknya tetep harus pake helm, buat jaga-jaga, masalahnya rame juga sebenernya :D

Setelah menghadiri resepsi pernikahan mbak Fajar, sore harinya aku harus pulang. Dengan menggunakan kereta api Turangga tujuan Bandung. Rasanya perlu bersiap-siap untuk memerangi rasa bosan duduk di kereta selama kurang lebih 12 jam perjalanan

Senang rasanya bisa kembali menginjakkan kaki di Surabaya. Minggu depan aku ke Solo. Solo…tunggu aku ya ;)  

6 Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by irf, September 7, 2006 @ 4:29 am

    waahh…habis jalan2 to. gak tau, surabaya sekarang kayak apa. terakhir ke sana 2003 lalu.

    mo ke solo, di? hayo, kasih kabar ………

  2. Comment by anjak, September 7, 2006 @ 1:50 pm

    dulu aku lahir di manukan kulon IV no … aku lupa nomornya…
    rumah itu masih ada gak ya…

  3. Comment by yanti, September 8, 2006 @ 12:53 am

    jalan2 ajaaaaa :P :P

    aku juga ada sodara di perumnas Tandes situ, Manukan Loka :D . tapi terakhir ke Surabaya kayaknya taun 1993.

  4. Comment by yustin, September 8, 2006 @ 6:37 am

    Lain kali pas cutiku bisa diambil yaaa :( (
    pengen ikuuuuuuuuut
    OLEH2 !!! :D

  5. Comment by Yuri, October 19, 2006 @ 5:25 am

    Aduh jadi kangen nich ma kampung halaman, rasanya pingin banget kembali ke 7 tahun yang lalu. emang sich gue ninggalin Surabaya baru 4 tahunan, tapi buat gue itu uda lama banget. pingin balik jadinya

  6. Comment by yetty maureen, October 3, 2007 @ 3:48 pm

    wah..kalo boleh ngomong soal surabaya pokoknya ngga ada yangnandingi deh…ntar aku mau kesana ngerasain yang namanya rujak cingur..lontongbalap…wah pokoke makanan surabaya lah..

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>