Wed 12th Jul, 2006, Cerpen

Waktu kita bener-bener nyadar

Kapan kamu pernah merasa nyadar diri senyadar-nyadarnya, kadang kita sendiri nggak pernah tau kapan kita merasa benar-benar sadar dengan segala sesuatu yang berada di sekitar kita. Kesadaran diri ini yang sedang aku bicarakan adalah kesadaran tentang siapa diri kita berada di depan Tuhan dan untuk orang lain.

Aku punya banyak teman, ya teman. Mereka yang ada disekitar kita itu temen-temen kita. Entah dengan posisi sebagai teman baik ataupun hanya temen yang sekedar kenal. Bahagianya mempunyai temen-teman yang selalu berada di sekitar kita

Namun pernah tidak merasa bahwa kamu sama sekali tidak berarti buat mereka. Aku pernah merasa seperti, dan rasanya begitu menyakitkan, menyesakkan dada, sampai-sampai air mata jadi mengalir. Dan kenapa tiba-tiba perasaan itu muncul?

Sahabatku yang kusayang, kita selalu maen bareng dan selalu curhat sana-sini. Aku dengan cerita-ceritamu. Saat kamu menangispun kusediakan bahuku untuk kamu menangis dan meluapkan semua perasaanmu.

Sahabatku sayang, kau banyak mendengarkan aku bercerita ini dan itu, aku berterimakasih untuk itu. Kausediakan waktumu untuku dan kau berikan nasehatmu untukku. Namun, sahabatku sayang, kau menceritakan apa yang kuceritakan pada orang lain tanpa sepengetahuanku. Dan itu membuatku merasa kecewa padamu, aku rasa aku tak pernah punya kawan yang bisa kupercaya. Dan aku semakin tertutup dan menceritakan kisahku pada Tuhan

Pacarku sayang, kau baik dan kau pengertian dan kau romantis. Tiba-tiba saja kau ingin pergi jauh entah kemana. Dan kau pergi….

Setahun kemudian, hai mantan pacarku sayang, selamat ulang tahun dan aku minta di traktir. Owh bodohnya aku emoticon…siapa aku ini minta-minta traktir (sedang nyadar), trus aku mikir sekali lagi, sejak kapan aku mulai punya pacar dan ngaku-ngaku punya pacar emoticon kalau yang ini aku bener-bener sedang tidak nyadar sama sekali.

Kawanku sayang, yuk kita pergi jalan-jalan, lama juga kita nggak pergi bareng trus cerita ngalor ngidul nggak karuan, aku kangen masa-masa itu

"Wah maaf Dian sayang, aku ada acara sama si X, kapan-kapan aja ya kita perginya" 

emoticon aku di tolak, lantas aku mikir-mikir lagi, siapa aku ngajak ngajak kamu yang udah jadi pacar orang

Adik angkatku sayang, yuk kita makan bareng, pengen ni crita-crita sama denger ceritamu yang aneh-aneh

"Wah, maab mbak, pacarku cemburu aku pergi ma kamu" 

emoticonakhirnya aku bisa bikin cemburu cewek lain

Ibuku sayang, maen Bandung dong….kita jalan-jalan yuk…

"Nak, ibu tau kamu lagi susah, kamu sehat aja dulu ya nak, nanti kalau kamu dah sehat, pasti maen ke bandung" 

aku "…………………………………"  begitukah

aku bener-bener merasa sangat sedih, itu adalah moment-moment dimana aku merasa tak dibutuhkan lagi sebagai seorang teman. Lantas aku berpikir dan berpikir. Siapa aku sebenarnya ? Dimana posisiku untuk mereka ? Seberapa pentingkah aku untuk mereka ?

Kadang kalau aku mulai berbicara dengan "kamu" sedikit senyum mulai muncul dan aku bisa sedikit merasa berarti. Dalam waktu yang tak lama ini hanya "kamu" yang membangkitkan semangatku untuk lebih merasa berarti

Dan aku sadar, aku nggak mungkin melepaskan "kamu" hanya untuk kehilangan diri sendiri 

Thu 6th Jul, 2006, Cerpen

Belajar Berbisnis

Rasanya seperti apa ya berbisnis itu ? Atau melakukan kegiatan yang kiranya bisa mendapatkan sedikit keuntungan emoticon. Beberapa waktu yang lalu kok tiba-tiba pengen mencoba rasanya berbisnis. Akhirnya aku mencoba ngajak partneran sama si Yustin, eh ternyata Yustin menanggapi dan setuju melakukan bisnis bareng

Untuk beberapa saat ini aku sama yustin melakukan rapat *cailah rapat* emoticon dengan sarana YM. Tapi kadang yang bikin kesel kantor tempat Yustin bekerja internet suka putus, jadilah rapat semakin tertunda-tunda. Rencananya kami akan membuka tempat peminjaman buku dan jual beli buku.

Kenapa peminjaman buku ? mungkin karena melihat kami yang sama-sama suka baca buku dan punya beberapa koleksi buku yang ngga banyak-banyak amat. Nah sekarang kami sedang memikirkan bagaimana caranya melakukan promosi. Selain dari mulut kemulut, kami juga berusaha untuk menawarkanya melalui web. Ughhh mikir website ajah udah pusing, akhirnya kami ambil situs gratisan yang sudah ada templatenya. BLOG emoticon. Untuk menyimpan katalog buku. Sebenernya kepikiran bikin sendiri trus hosting gratisan emoticonnanti dulu deh, ini buat permulaan dulu. Kalau sukses bakal di kembangkan. Pake Hosting !! dehhhh

Kemudian, membuat katalog koleksi buku yang akan dipinjamkan. Huhu ternyata susah juga…..emoticonpusiiinggg hehehe. Belom lagi bikin konsep peminjamanya

Loh sebentar-sebentar, kok jadi melupakan masalah jual beli buku ? Oh tidak…tidak kami tidak melupakanya, kami sedang memikirkanya juga. Jadi secara garis besar, kami akan menerima pemesanan buku. Nah kalau memungkinkan kita akan ngambil bukunya dari suatu tempat yang harganya lumayan miring emoticon  dan temen-temen bakal dapat harga yang lebih murah dari pada beli di toko buku. Kalau yang tinggal di luar bandung, mungkin akan ditambah biaya pengiriman emoticon

Sedangkan buku-buku apa saja yang akan dijual, kami menerima request Anda temen-temen. Nanti kami juga akan berusaha menawarkan buku-buku lama yang sudah agak langka. jadi tunggu aja yah katalognya

 

Katalognya ada di sini walopun blom jadi emoticon  http://bookwarm.blogsome.com

emoticon  doakan kami