Fri 28th Apr, 2006, Cerpen

Gadis Bunga 3

Sudah membaca cerita sebelumnya? Ternyata si Pria memesan bunga untuk dikirimkan kepada Si Gadis Bunga. Lantas bagaimana cara si Gadis Bunga untuk memenuhi permintaan pria itu, sedangkan bunganya untuk dirinya sendiri ? Dan juga apa sih isi permintaan si pria…juga rahasia-rahasia bunga Gadis Bunga bakal di ungkap di sini


Ah, ternyata pesanan si Pria di tujukan pada si Gadis Bunga. Alis Tipis tampat tercekat beberapa saat sambil memandang kepergian si Pria sampai hilang ditelang tikungan jalan. Belum pernah ada pelanggan yang memesan buket bunga yang ditujukan pada Gadis Bunga. Mata Alis Tipis masih menelusuri pesanan si Pria

Bunga yang kupesan ini adalah sepuluh bunga mawar merah, karena ku tau kau begitu menyukai mawar merah. Kau ingin tau darimana aku mengetahui bunga kesuakaanmu ? tentu saja dari kartu yang kau kirimkan bersama bunga yang kupesan. walaupun aku tak pernah bertemu denganmu dan mungkin tak pernah, aku bisa membayangkan, kau pasti adalah seorang gadis yang begitu cantik secantik mawar-mawarmu. Aku ingin bunga yang ku pesan secantik wajahmu, sewangi namamu. Saat kau memandang mawar-mawar itu, kau bisa merasakan rasa terimakasihku, dan keinginanku bertemu denganmu. dan kau bisa merasakan betapa indahnya mengungkapkan cinta dengan Bunga

Alis tipis segera menemui Gadis Bunga yang sedang sibuk merawat bunga-bunganya. Dan membawa Gadis Bunga untuk duduk di bangku kayu yang terletak di tepi kebun. Bangku kayu itu terbuat dari bonggol kayu jati yang sudah dihaluskan dan diwarnai dengan pelitur. Bentuknya menyerupai batang pohon yang tergeletak begitu saja. Nafas Alis Tipis terengah-engah, wajahnya pucat dan akhirnya duduk bersimpuh di depan Gadis Bunga. Menyeka keringat dinginya. Gadis Bunga begitu terkejut melihat kondisi Alis Tipis

Tangan Gadis Bunga yang lentik panjang dan lembut membelai wajah Alis Tipis, senyumnya merekah. Saat tangan Gadis Bunga menyentuh wajah Alis Tipis, serasa angin sejuk bertiup memberikan kesejukan yang menenangkan. Selaksa air dingin yang melegakan dahaga.

“Tenanglah” ujar si Gadis Bunga sambil mengambil buku Rose dari tangan Alis Tipis
“Nona, si Pria memesan bunga lagi. Tapi hal ini tidak boleh terjadi” wajah Alis Tipis kembali memucat sambil terus menengadah memandang wajah Gadis Bunga yang begitu tenang. Gadis Bunga membaca pesanan si Pria. Dia terdiam beberapa saat, matanya menyapu seluruh kebun bunganya. Menutup bukunya dan kemudian berdiri, melangkah ketenga-tengah kebun bunganya

“Ah, seperti apa rupanya mendapatkan buket bunga, Alis Tipis ? Sepertinya sungguh merupakan kebahagiaan tersendiri. Aku belum pernah mendapatkanya dari siapapun” kata Gadis Bunga sambil tersenyum seolah penasaran seperti apa rasanya mendapatkan karangan bunga dari seseorang. Karena selama ini dia hanya merangkai bunga dan memberikan nyawa pada bunga-bunganya, tanpa pernah tau bagaimana perasaan di penerima

“Apa rasanya seperti jatuh cinta, Alis Tipis” tanya Gadis Bunga. Pipinya bersemu merah saat dia tersenyum “Seperti apa rasanya ?”

Wajah Alis Tipis semakin pucat mendengar keingintahuan Gadis Bunga.

“Nona itu akan menyakitkanmu, ku mohon jangan lakukan itu” Alis kecil menarik gaun Gadis Bunga.

“Akan kuceritakan padamu tentang rahasia bunga-bungaku Alis Tipis”

Gadis Bunga pun bercerita tentang bagaimana dia untuk pertama kali menyukai bunga-bunga. Saat Gadis Bunga masih berada ditimangan, ibunyalah yang memperkenalkan bagaimana caranya merawat bunga-bunga dan memberikan ruh dalam setiap kuncup yang akan mekar. Bagaimana menyanyikan lagu-lagu merdu yang indah untuk membangkitkan aura keindahan bunga-bunga itu.

Gadis Bunga juga bercerita tentang keistimewaan Rose, buku tebalnya yang berwarna coklat tua dengan cover bertuliskan huruf timbul yang berwarna keemasan dan lembar-lembarnya yang tipis. Rose menyimpan begitu banyak perasaan dari setiap pemesan yang menuliskan keinginannya. Perasaan yang tersimpan dari si pemesan akan dapat di rasakan oleh Rose melalui tekanan pena yang di goreskan pada lembar-lembar kertasnya yang tipis. Dan kemudian akan diterjemahkan pada lagu-lagu yang indah.

Gadis Bunga bercerita, bahwa rasa cinta dan sayangnya pada semakin bertambah saat menyanyikan lagu-lagu itu. Dan itu membuat bunga-bunganya semakin indah. Keindahanya semakin bertambah apabila si penerima bunga memiliki ikatan hati yang kuat dengan si pemesan. Kekuatan cinta mereka berdua akan membuat bunga-bunga itu semakin indah dan harum. Dan hal itu akan membuat nyanyian yang di nyanyikan Gadis Bunga semakin indah dan kekuatannya semakin besar untuk membuat bunga-bunga itu lebih indah lagi.

“O, Alis Tipis temanku sayang, aku ingin sekali merasakan mantra-mantra Rose yang aku nyanyikan pada bunga-bungaku” kata Gadis Bunga “Aku ingin merasakan apa yang ada di hati si Pria lewat bunga yang ia pesan”

“Nona…tapi itu akan menyakitkanmu, bunga yang kau dapatkan tak akan seindah yang kau bayangkan” wajah Alis Tipis semakin memucat. Dia terus memohon agar Gadis Bunga tidak memenuhi pesanan si Pria. Bahkan Alis Tipis berjanji akan mencarikan bunga yang paling indah untuk Gadis Bunga, asal tidak memenuhi keinginan dari Si Pria. Tapi ternyata Gadis Bunga bersikeras untuk memenuhi pesanan si Pria untuk dirinya sendiri

Gadis Bunga meyakinkan Alis Tipis bahwa dirinya akan baik-baik saja. Memintanya untuk membantu menyelesaikan pesanan si Pria dan keesokan harinya saat bunganya siap, Gadis Bunga ingin saat pagi menjelang dan membuka matanya, dia akan mendapati bunga pesanan si Pria ada di samping ranjangnya

Beberapa menit kemudian Gadis Bunga dan Alis Tipis sudah sibuk dengan segala persiapannya. Gadis Bunga memilih bunga mawar merah sesuai dengan keinginan si Pria yang tertulis di Rose. Saat Rose dibuka pada halaman paling belakang, sudah tertulis beberapa bait puisi dengan nada-nadanya

Gadis Bunga tersenyum, lantas menyanyikan lagu itu dengan suara indahnya

.::Bersambung…

2 Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by hericz, April 28, 2006 @ 4:42 pm

    KYAAA ! BERSAMBUNG MENEH?

    ini gadis bunga atau tersanjung yah?
    *injek-injek dian*

  2. Comment by credo, May 1, 2006 @ 6:26 am

    Hwaaa.. pas aku liat blognya ada Gadis Bunga 1-3. Kirain tamat di 3. Tnyata blom. Ayo mbak Dian!! :D

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>