Salahkah ?
Mengahadapiku dengan wajah muramnya, tersenyum dan duduk disampingku. Menyapaku dengan suaranya yang berat. Kulemparkan senyum untuk membalas sapaannya
“Apa yang sedang kau lakukan ?”
Tidak ada, aku hanya ingin berdiam diri
“Hari yang cerah bukan ?” matanya menatap langit biru yang menggantung di atas kami
Ya
“Lama tidak bertemu bukan ? Aku kangen…”
Tersenyum
“Kau tau apa yang kulakukan selama ini ?”
Menggeleng
“Aku mengelilingi dunia, mencari apa yang aku inginkan”
Dan kau mendapatkanya…
Dia menggelengkan kepalanya dengan lemas dan tertunduk
Berceritalah
“Aku tidak bisa…ceritaku hanya akan membuatmu semakin membenciku”
Pernahkah aku melakukan itu
Dia mengangguk dengan tegas
“Tapi bila kau mengerti akan apa yang kulakukan, kau pasti tak akan pernah membenciku, aku hanya takut…kau membenciku dengan apa yang telah kulakukan”
Aku tidak mengerti
“Kau memang tidak pernah mengerti aku”
Apa maksudmu dengan tidak pernah mengerti tentang dirimu
“Adakah aku ada di hatimu , walaupun sedikit ?”
Kau meragukanku ?
“Sedikit”
Kau tidak mengerti tentang aku, tapi kau ingin aku mengerti tentang kau
Dia melemparkan tatapanya jauh ke ujung senja yang semakin pudar, hilang di telan hitamnya malam
“Kau harusnya mengerti tentang aku, kalau kau mencintai aku”
Tapi kau sama sekali tak menyebutkan apa yang ingin aku mengerti tentang kehidupanmu
“tanpa harus aku jelaskan kau seharusnya mengerti”
Kau memaksaku…
“Aku tidak melakukan itu, aku hanya memintamu mengerti”
Tapi kau tidak jujur padaku, apa yang kau sembunyikan
“Aku bilang tidak ada….lupakan apa yang tadi kukatakan”
Kau….
Dia melangkah pergi, tanpa menoleh, menyusuri jalan yang mulai gelap oleh malam. Kupandangi bayangnya yang semakin hilang tertelan malam
Ku kejar…
Dia menghilang…dimana dia ? aku menangis … apa yang kulakukan ? salahkah aku ? ini mimpi…aku berharap aku terbangun, tapi tidak…aku sama sekali tidak terbangun. Aku sendiri berdiri di tengah malam, tanpa lilin ditanganku. Sekitarku terasa dingin, seperti dinding dinding batu pualam
Terjatuh…
Dia pergi, meninggalkanku dengan sejuta pertanyaan..tentang apa yang harus kumengerti, tentang apa yang dicarinya, tentang keinginan keinginannya, tentang tangisnya, tentang galaunya, tentang kesendiriannya dan juga tentang cinta
**ughh beratnya tulisanku kali ini


kl menurutku, tokoh utamanya gak salah kl dia bingung, lah wong dianya gak mau cerita terus terang. emangnya cenayang … bisa nebak pikiran orang :p lagian tebakan itu blm tentu bener, kl salah kan malah bikin masalah nambah rumit :-” jadi saranku bagi tokoh utama “gak usah bingung, apalagi sedih. kamu dah berusaha semampumu mengerti pasanganmu, kl emang dia belum mau cerita, ya sudah biarkan saja. siapa tau suatu saat dia mau cerita. tapi sebenernya apa kamu enjoy dg hubungan tanpa keterbukaan seperti ini, tidakkah terpikir untuk mempertimbangkan ulang arah hubungan kalian
” Buat pasangannya tokoh utama, “be brave … ngomong aja … dipendem kaya gitu malah bikin hati dan pikiran gak tenang, lagaian apakah kamu tidak merasa dia, pasanganmu, berhak mengetahui ttg dirimu, kalau kamu sayang, harusnya tidak membiarkannya bingung dalam kegelapan dan ketidaktauan”.
cerita itu ga mudah. mungkin si tokoh utama mikirnya, cerita aja, buat meringankan beban. tapi buat yg cerita, kadang perlu ngumpulin nyali untuk bisa cerita
itu yang ditulis miring emang bukan dialog ya? cuman bathin ajah?
pengalaman pribadi nih, kayaknya …
salahkah?
Ini cerita tentang siapa? Dirimukah?
ketidakmengertian kadang perlu. sebagai api membakar sepi dan kau terbakar rindu kekal.
sebuah imajinasi bagus buat imajinasi itu sendiri.