Tue 21st Jun, 2005, Lagi wise

Putri Malu

Pernah melihat tanaman ini ? Putri malu atau yang sering di sebut dengan Mimosa Pudica dalam bahasa latin. Tanaman ini sering kita jumpai pada kebun-kebun dan semak belukar. Lihat gambar, tampak tidak asing bukan ? Kadang orang-orang tidak terlalu menganggap tanaman ini tidak penting dan hanya dianggap sebagai tanaman pengganggu, sering kali kita memangkasnya dan membuangnya.

Kenapa Mimosa Pudica sering disebut dengan Putri Malu, karena daunnya akan mengatup apabila tersentuh oleh objek yang bersentuhan dengan bagian tubuhnya secara langsung. Akuingat waktu masih SD, ada tugas dari guru biology untuk meneliti tanaman putri malu. Dan setelah mengenalnya, aku sering mencarinya di kebun-kebun hanya untuk mengganggunya dengan menyentuh semua daunnya. Selang beberapa lama aku kembali lagi untuk menyentuh daun-daun yang mulai mekar lagi. Itu merupakan pengalaman masa kecil yang sungguh mengasyikkan, karena aku merasa menemukan sebuah keajaiban alam, daun bisa bergerak! dan dia malu (anak kecil banget ya…). Sebenarnya tanaman ini banyak sekali khasiatnya, dan mungkin hanya sedikit orang yang mengetahuinya.

Rasanya manis, sifatnya agak dingin, astringen. Herba putri malu berkhasiat sebagai penenang (transquillizer), peluruh dahak (ekspektorant), peluruh kencing (diuretik), obat batuk (antitusif), pereda demam (antipiretik) dan anti radang. See, banyak khan khasiatnya, walaupun ternyata dia hanya tanaman yang kadang tak pernah kita perhatikan, atau bahkan kita acuhkan

Tanamanya ini benar-benar mengilhamiku untuk menulisakan sesuatu. Aku ingat, Rasulullah pernah bersabda

Malu adalah cabang dari cabang-cabang iman sebagaimana hal itu diriwayatkan di dalam sebuah hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam Maka barang siapa sedikit rasa malunya berkuranglah keimanannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda, Artinya, “Rasa malu itu tidak datang melainkan dengan membawa kebaikan.” Dan di dalam satu riwayat Muslim: Artinya,”Rasa malu itu baik semuanya,” atau beliau bersabda, “Semuanya adalah baik” Berkata Salman al Farisi, “Sesung-guhnya apabila Allah menghendaki kehancuran seorang hamba, maka Dia cabut rasa malu dari dirinya. Jika rasa malu telah tercabut darinya, maka ia tidak menemui Allah, melainkan di dalam keadaan terlaknat dan dimurkai” Seorang penyair berkata, “Maka demi Allah, tidak ada lagi kebaikan dalam kehidupan Dan dalam dunia ini, …bila rasa malu telah pergi Orang itu akan hidup dengan baik selagi memiliki rasa malu” Sebagaimana ranting kayu akan lestari jika kulitnya masih abadi Penyair lain berkata: Sesungguhnya aku melihat Bahwa orang yang tidak memiliki rasa malu Dan tidak pula (memiliki) amanah Ibarat orang telanjang ditengah-tengah manusia

Apakah kita masih memiliki sifat malu pada Allah ? Sebenarnya sifat malu pada Allah itu apa dan bagaimana sih ?

Teringat akan sebuah tragedi yang dialami si kecil Khaerunisa yang meninggal karena sakitnya yang tak tertolong karena ayah Chairunisa tidak mampu membiayai biaya pengobatan.
Bahkan tidak ada seorangpun yang peduli dengan apa yang terjadi pada keluarga pak Supriono.

Apakah pada saat peristiwa ini terjadi, ada perasaan malu pada diri kita ? Mungkin saja, dan mungkin saat membaca berita tentang Khaerunisa kita merasa begitu malu, karena kita sama sekali tak bisa melakukan apapun. Tapi apakah perasaan seperti ini hanya berlangsung saat ada peristiwa ini saja. Setelah tragedi Khaerunisa berlalu, kesedihan dan rasa malu kita juga hilang bersama mayat pucat Khaerunisa yang di kuburkan ?

Bisakah kita bertindak seperti halnya Mimosa Pudia yang selalu menunduk malu ..tapi jgn malu-maluin ya…

12 Comments »

Right Click Here for TrackBack URI

  1. Comment by golda, September 14, 2005 @ 1:47 am

    banyak sekali ya kegunaan Mimosa Pudia.. *jadi inget pelajaran biologi pas SMA lagi*

  2. Comment by bondan, February 21, 2007 @ 4:35 am

    ada yang tau gak berapa lama detik mimosa habis disentuh trus mekar lagi…? trus kenapa kalo disentuh kuncup…? infoin aku ya…segera

  3. Comment by ni_2ng, April 13, 2007 @ 12:59 pm

    Gimana cara kerja membuka dan menutupnya daun putri malu setelah disentuh?
    And gimana juga cara merangsang agar daun putri malu cepat membuka setelah disentuh?
    Buat sapa aja yang tau, kasih tau aq ya—!!

  4. Comment by irachan, July 31, 2007 @ 11:07 am

    kasian euy..aku tlat info..hehehe..
    btw ada yg udah tau blom, kenapa daun putri malu mengatup saat disentuh??
    trus gmn dan sampai brapa lama sih mimosa ini bakal membuka kembali daun yang udah mengatup??
    yang tau, minta kasih infonya sgr,jgn pelit-pelit ok?!

  5. Comment by na2 bali, September 9, 2007 @ 10:34 am

    eh aku dapat tugas buat ngadain penelitian terus terbayang diotakku buat pke putri malu sebagai bahan kira-kira cocok ga ya?

  6. Comment by grace, January 16, 2008 @ 10:31 am

    cool

  7. Comment by lulu, April 17, 2008 @ 1:17 pm

    wahhh bagus bangat cerita kamu aku senang dan suka bangat kamu mempunyai informasinya bangat bangat

    kenalan aku lulu

  8. Comment by goge, May 1, 2008 @ 1:11 pm

    well, gw suka awalnya, gw pikir ini blog yang bener bener blog info tentang semua kegunaan putri malu, but kok ada agamanya… stress deh…
    justru agama dan sastranya lebih mendominasi blog dan kenangan waktu kecilnya. info nya cuma putri malu mengatup bila disentuh dan kasiatnya untuk nama nama penyakit, but ga ada info apa itu yg menyebabkan dia menjadi obat, caranya, bagaimana mengolahnya, efeknya, ato apapun deh.. bukan nabi muhamad.

  9. Comment by chytra, May 11, 2008 @ 9:31 am

    ehm ..
    mw nanya , knpa ko putri malu klo d sentuh kuncup ??

  10. Comment by puput, August 2, 2008 @ 1:27 pm

    cepetan dong kasih taunya

  11. Comment by ida, August 2, 2008 @ 1:29 pm

    gw gak jelas apa yang ada di atas

  12. Comment by adee, August 20, 2008 @ 2:48 pm

    good..
    thanks bgt ya buat nasihatnya, kecerdasan anda untuk mengungkapkan sesuatu dengan gambaran alam sekitar membuat sy tertarik untuk mengambil lebih banyk pelajaran yang diberikan Allah lewat alamNya, mg gk sia sia. nasihatmu berguna bagt…

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>